Etika Kristen dan Perilaku Bermedia Sosial dalam Era Digital (Perspektif Eklesiologi)
DOI:
https://doi.org/10.33541/rfidei.v11i1.355Keywords:
etika Kristen, media sosial, eklesiologi digital, gereja digital, literasi digitalAbstract
Era teknologi digital telah mengubah pola komunikasi, interaksi sosial, dan cara gereja melaksanakan pelayanannya. Awalnya, media sosial hanya sebagai alat untuk berkomunikasi, namun kini menjadi ruang publik yang membentuk opini, identitas, dan bahkan praktik keimanan umat Kristen. Meskipun terdapat banyak peluang besar, namun muncul tantangan besar terkait etika seperti penyebaran berita palsu (hoaks), ujaran kebencian, manipulasi informasi, hingga degradasi moral. Fenomena ini mempengaruhi kesaksian iman, kualitas persekutuan, serta kesehatan spiritual jemaat. Oleh karena itu, isu etika Kristen dalam perilaku bermedia sosial perlu dikaji secara mendalam dari perspektif eklesiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi literatur untuk menggali hubungan antara etika Kristen dan cara umat berinteraksi di media digital. Analisis dilakukan dengan teknik content analysis untuk menyelidiki prinsip etis Alkitabiah yang relevan, seperti kasih, integritas, kebenaran, dan penghormatan terhadap martabat manusia (Imago Dei). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eklesiologi digital memandang gereja sebagai komunitas yang memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk cara umat berperilaku di media sosial. Gereja bukan hanya menyampaikan pesan iman, tetapi juga menyediakan pendidikan literasi digital bagi jemaat untuk membedakan kebenaran dan kebohongan, menghindari ujaran kebencian, serta menerapkan kasih dalam komunikasi daring. Dengan demikian, gereja digital bukan sekadar adaptasi terhadap teknologi, melainkan panggilan etis untuk menyampaikan terang Kristus di dunia maya.
References
Alkitab. Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2008.
Ardi, I. M., R. Mulyaning Ati, A. Rhangga, P. Anggraini, dan H. E. Syahputra. “Literasi Digital sebagai Upaya Kritis Memerangi Berita Bohong: Studi terhadap Gerakan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO).” Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi 16, no. 2 (2022): 123–137. https://doi.org/10.24090/komunika.v16i2.6582.
Arifianto, A., dan H. Widodo. “Buzzer Politik dan Etika Kekristenan di Era Digital.” Jurnal Teologi dan Misi 4, no. 1 (2021): 45–60.
Belo, Y. “Etika Bermedia Sosial dalam Perspektif Kristen.” Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia 2, no. 2 (2021): 101–118. https://doi.org/10.46445/jtki.v2i2.321.
Habermas, Jürgen. The Theory of Communicative Action. Vol. 1: Reason and the Rationalization of Society. Boston: Beacon Press, 1984.
Kowalski, Robin M., Gary W. Giumetti, Amber N. Schroeder, dan Micah R. Lattanner. “Bullying in the Digital Age: A Critical Review and Meta-Analysis of Cyberbullying Research among Youth.” Psychological Bulletin 140, no. 4 (2014): 1073–1137. https://doi.org/10.1037/a0035618.
Lazer, David M. J., Matthew A. Baum, Yochai Benkler, Adam J. Berinsky, Kelly M. Greenhill, Filippo Menczer, dan Jonathan L. Zittrain. “The Science of Fake News.” Science 359, no. 6380 (2018): 1094–1096. https://doi.org/10.1126/science.aao2998.
Masrichah, S. “Ancaman dan Peluang Artificial Intelligence (AI).” Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora 3, no. 3 (2023): 83–101. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v3i3.
Nazara, Z. “Etika Kristen bagi Generasi Z di Era Media Digital.” Jurnal Fidei: Teologi Sistematika dan Praktika 3, no. 2 (2020): 189–204. https://doi.org/10.34081/fidei.v3i2.103.
Waruwu, F., A. Arifianto, dan Y. Suseno. “Perubahan Digital dan Tantangan Moral dalam Pendidikan Kristen.” Jurnal Antusias: Jurnal Teologi dan Pelayanan 6, no. 2 (2020): 233–248. https://doi.org/10.5281/zenodo.3994487.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


