Pendidikan Kristiani Transformatif Berbasis Multikultural dalam Konteks Indonesia

Frets Keriapy

Abstract


The world of education, especially education in Indonesia, has many fluctuating problems that require teachers to work harder. The task of a teacher is not only to teach in the classroom to give as much knowledge as possible but also to live in a world where diverse cultures must be faced. Of course, every child in school is born from various cultures, because Indonesia itself is a pluralistic country. This paper will discuss how Christian education can be carried out in the context of Indonesia society as well as teachers who carry out their obligation as teachers by seeing the various cultures possessed by students, being able to love one other as a multicultural education process. The research method used in this writing is literature research, where the author presents a theory that will support the author’s thesis that education in Indonesia must touch culture. Indonesia is a pluralistic country, making education strategies must be based on the diversity of culture owned by student. Even the way Jesus taught could not be separated from paying attention to culture. Thus, indirectly a life-changing educational process can be achieved.

Abstrak
Dunia pendidikan, terlebih khusus pendidikan di Indonesia memiliki banyak gejolak permasalahan yang menuntut guru harus bekerja ekstra keras. Tugas seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas untuk memberik ilmu sebanyak mungkin, melainkan juga guru harus hidup dalam dunia di mana beragam kebudayaan harus dihadapi. Tentunya, setiap anak di sekolah lahir dari berbagai macam kebudayaan, karena Indonesia sendiri pun merupakan negara yang majemuk. Tulisan ini akan membahas bagaimana pendidikan Kristiani dapat dilakukan dalam konteks masyarakat Indonesia serta guru yang menjalankan kewajibannya sebagai pengajar denga melihat beragam kebudayaan yang dimiliki oleh nara-didik, mampu mengasihi/ mencintai sesamanya sebagai proses pendidikan multikultural. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian literatur, dimana penulis menyajikan teori yang akan mendukung tesis penulis bahwa pendidikan di Indonesia harus menyentuh budaya. Indonesia yang majemuk, membuat strategi pendidikan harus berdasarkan pada keberagama budaya dimiliki oleh nara-didik. Cara Yesus mengajar pun tidak lepas memerhatikan budaya. Dengan demikian, secara tidak langsung proses pendidikan yang mengubah hidup dapat tercapai.

Full Text:

PDF

References


Amirin, Tatang M. “Implementasi Pendekatan Pendidikan Multikultural Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal Di Indonesia.” Jurnal pembangunan pendidikan: Fondasi dan aplikasi 1, no. 1 (2012).

Dei Hattu, Justitia Vox. Mewarga Dengan Hati: Pembelajaran Transformatif Sebagai Respons Pedagogis Kristiani Terhadap Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Konteks Indonesia Masa Kini. BPK Gunung Mulia, 2018.

Hamzah, Amir. “Metode Penelitian Kepustakaan.” Malang: Literasi Nusantara (2019).

Herlina, Nina. Metode Sejarah. Satya Historika, 2020.

Ismail, A. “Selamat Bercinta: 33 Renungan Tentang Komitmen.” Jakarta: BPK Gunung Mulia (2016).

Jatmiko, Y Sari, and A Ferry T Indratno. “Pendidikan Multikultural Yang Berkeadilan Sosial.” Yogyakarta: Dinamika Edukasi Dasar (2006).

Lickona, Thomas. Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam, 2016.

Mahfud, Choirul. Pendidikan Multikultural. Pustaka Pelajar, 2016.

Michele Borba, M. “Membangun Kecerdasan Moral: Tujuh Kebajikan Utama Agar Anak Bermoral Tinggi.” Jakarta: Gramedia Pustaka Utama (2008).

Mokorowu, Yeski. Yanny. Makna Cinta; Menjadi Autentik Dengan Mencintai Tanpa Syarat Menurut Soren Kierkegaard. Yogyakarta: Kanisius, 2016.

Monding, Yushiko D. “Tinjauan Teologis Tentang Pendidikan Seks Dari Perspektif Pendidikan Kristiani Transformatif.” Jurnal Teologi Pengarah 2, no. 2 (2020): 173–182.

Natonis, Harun Y. “KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN.” Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama 3, no. 2 (2020): 15–27.

Pramudia, Joni Rahmat. “Orientasi Baru Pendidikan: Perlunya Reorientasi Posisi Pendidik Dan Peserta Didik.” Jurnal Pendidikan Luar Sekolah 3, no. 1 (2006): 29–38.

Rosyada, Dede. “Pendidikan Multikultural Di Indonesia Sebuah Pandangan Konsepsional.” SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal 1, no. 1 (2014): 1–12.

Sidjabat, Binsen Samuel. “Mengajar Secara Profesional: Mewujudkan Visi Guru Profesional” (2008).

Soekmono, Roostrianawahti, and Dhita Paranita Ningtyas. “Model Pembelajaran Pendidikan Multikultural Melalui Pendekatan Proyek Kolaboratif.” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 4, no. 2 (2020): 1029–1040.

Widjaja, Fransiskus Irwan. “PLURALITAS DAN TANTANGAN MISI: KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MASYARAKAT MAJEMUK.” REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 4, no. 1 (2019): 1–13.




DOI: https://doi.org/10.46307/rfidei.v5i2.55

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Regula Fidei telah terdaftar pada situs:

  


View Regula Fidei Stats