PLURALITAS DAN TANTANGAN MISI: KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MASYARAKAT MAJEMUK

Fransiskus Irwan Widjaja

Abstract


The purpose of this paper is to see plurality and mission as a conceptual framework in Christian religious education. Building pluralism is an appeal to accept pluralism is an order of people who understand each other that in essence they are a unity in diversity. Pluralism is a condition where there are various things. Religious pluralism explain "all religions have the right to exist and live. Socially, we must learn to be tolerant and even respect the faith or beliefs of followers of other religions. Religious communities need to rethink their religious responsibilities to work together, and even in some cases act as agents of God's general grace in promoting peaceful and harmonious coexistence among people of all religions. In this shell of plurality and mission, the concept of pluralistic Christian religious education developed. Abstrak: Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat Pluralitas dan misi sebagai kerangka konseptual dalam pendidikan agama Kristen. Membangun pluralisme merupakan imbauan menerima kemajemukan merupakan sebuah tatanan masyarakat yang saling mengerti bahwa pada hakekatnya mereka merupakan kesatuan dalam kepelbagaian. Pluralisme adalah suatu kondisi dimana adanya keberadaan sesuatu yang beragam. Pluralisme agama berarti ”semua agama berhak untuk ada dan hidup”. Secara sosial, kita harus belajar untuk toleran dan bahkan menghormati iman atau kepercayaan dari penganut agama lainnya. Komunitas agama perlu memikirkan kembali tanggung jawab agamanya untuk bekerja sama, dan bahkan dalam beberapa hal bertindak sebagai agen rahmat umum Tuhan dalam mempromosikan hidup berdampingan secara damai dan harmonis di antara orang-orang dari semua agama. Dalam kerang pluralitas dan misi inilah, konsep pendidikan agama Kristen yang majemuk dikembangkan.

Full Text:

PDF

References


Antone, Hope S., Pendidikan Kristiani Kontekstual: Mempertimbangkan Realitas Kemajemukan dalam Pendidikan Agama, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.

Aritonang, Jan. S., A Glimpse of plurality of Religious and Faiths in Indonesia, Asian Society of Misiology, 2018.

_______________, A History of Christianity in Indonesia:Studies in Christian Mission, ed. Jan S. Aritonang dan Karel Steenbrink, Boston: Brill, 2003.

_______________, Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004), 137-228.

Boiliu, Noh, Ibrahim, Multiculturalism And Pedagogic Contextual In Indonesia Christian Education Practice. Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan Universitas Kristen lndonesia, Indonesia, Jakarta, pp. 189-202.

Budiarjo, Maryam, Pendidikan Kristiani Multikultural, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2014.

Fox, Jonatahan, Ethnic Minorities and the Clash of Civilizations: A Quantitative Analysis of Huntington’s. Thesis, Cambridge: Cambridge University Press, 2002.

Kong, Wong, Kim, Human Rights in Religion Coexistence among followers of Different Religion. (DOHA: Interfaith Dialogue Conference, 20-21 February 2018.

Lalsangkima, Pachuau dan Jørgensen Knud, Witnessing to Christ in a Pluralistic World Christian Mission among Other Faiths, Edinburg: Regnum, 2010.

Mahatma Gandhi, Seven Deadly Sins. //http.www.mkgandhi.org di akses, Juli 2018.

Marcus Aurelius di sadur dari https://www.goodreads.com/author/quotes/17212.

Mujihburrahman, Feeling Threatened Muslim-Christian in Indonesia New Osrder, Amsterdam: Amsterdam University Press, 2006.




DOI: https://doi.org/10.46307/rfidei.v4i1.28

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Regula Fidei telah terdaftar pada situs:

  


View Regula Fidei Stats